PENULIS & KONTRIBUTOR
TGH. Hasanain Juaini, Lc., M.H.
Ketua yaysan
TGKH. Hasanain Juaini, Lc., M.H. lahir pada 17 Agustus 1964 di Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Beliau merupakan seorang ulama, pendidik, dan tokoh masyarakat yang dikenal luas atas dedikasinya dalam pengembangan pendidikan Islam, pemberdayaan perempuan, penguatan kerukunan antarumat beragama, serta pelestarian lingkungan.
Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Ayah beliau bernama H. Muhammad Djuaini dan ibunya bernama Hj. Jahrah. Nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap sesama yang ditanamkan sejak kecil menjadi landasan penting dalam perjalanan kehidupan dan pengabdiannya.
Riwayat Pendidikan
Perjalanan pendidikan formal beliau dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Wathan (NW) Narmada dan diselesaikan pada tahun 1975. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Wathan Narmada hingga tahun 1978.
Untuk memperdalam ilmu agama dan mengembangkan wawasan keislaman, beliau melanjutkan pendidikan di Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, dan menyelesaikannya pada tahun 1984.
Pendidikan tinggi beliau ditempuh di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta hingga memperoleh gelar Licentiate (Lc.) pada tahun 1995. Semangat untuk terus mengembangkan keilmuan kemudian mengantarkan beliau melanjutkan pendidikan pascasarjana di Fakultas Hukum Universitas Mataram dan meraih gelar Magister Hukum (M.H.) pada tahun 2006.
Pengabdian dalam Pendidikan dan Masyarakat
Sejak tahun 1996, TGKH. Hasanain Juaini mengabdikan diri sebagai pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Dalam kepemimpinannya, beliau mengembangkan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, kemandirian, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Beliau berpandangan bahwa pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki wawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Selain aktif dalam dunia pendidikan pesantren, beliau juga memiliki pengalaman dan pengabdian dalam berbagai organisasi serta lembaga kemasyarakatan, antara lain:
1. Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada (1996–sekarang).
2. Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Lombok Barat (2003–2008).
3. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nusa Tenggara Barat (mulai 2007).
4. Anggota Forum Kerja Sama Pondok Pesantren Nusa Tenggara Barat (mulai 2007).
5. Ketua Forum Pendidikan Anak Usia Dini Nusa Tenggara Barat (mulai 2007).
6. Sekretaris Jenderal Badan Amil Zakat Nusa Tenggara Barat (mulai 2010).
Melalui berbagai peran tersebut, beliau menunjukkan komitmen dalam membangun masyarakat yang berpendidikan, harmonis, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kepedulian terhadap Lingkungan dan Kemanusiaan
Salah satu aspek yang menonjol dari pengabdian TGKH. Hasanain Juaini adalah komitmennya terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Beliau memandang bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Pandangan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan penghijauan, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan para santri serta masyarakat sekitar.
Selain itu, beliau aktif memperjuangkan pemberdayaan perempuan dan membangun hubungan harmonis antarumat beragama. Baginya, pesantren memiliki tanggung jawab untuk menjadi pusat pendidikan sekaligus penggerak perubahan sosial yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penghargaan dan Pengakuan
Atas dedikasi dan kontribusinya dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan, TGKH. Hasanain Juaini telah menerima sejumlah penghargaan, di antaranya:
- 2003 — Ashoka International Foundation Medal for Best Fellow in Religion and Women Empowerment, atas kontribusinya dalam bidang keagamaan dan pemberdayaan perempuan.
- 2004 — Piagam Pelestari Lingkungan, dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat atas kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan hidup.
- 2008 — Maarif Award, dari Maarif Institute for Culture and Humanity atas pengabdiannya dalam pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan sosial.
- 2011 — Ramon Magsaysay Award, di Manila, Filipina, atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan pesantren, pemberdayaan perempuan, kerukunan antarumat beragama, dan pelestarian lingkungan.
Penghargaan Ramon Magsaysay Award 2011, yang kerap dijuluki sebagai Nobel Asia, menjadi salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap kiprah dan pengabdian beliau.
Pemikiran dan Filosofi Pengabdian
Dalam menjalankan berbagai aktivitas pendidikan, sosial, dan kemanusiaan, TGKH. Hasanain Juaini dikenal sebagai sosok yang sederhana, tekun, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi.
Kesederhanaan pandangan beliau terhadap pengabdian tercermin dalam salah satu pernyataannya:
“Saya tak melakukan apa-apa, hanya menjalankan hobi. Puluhan tahun saya melakukan apa yang diperlukan umat karena memang senang mengerjakannya.”
— TGKH. Hasanain Juaini, Lc., M.H.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari panggilan hati yang dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Melalui pemikiran, kepemimpinan, dan pengabdiannya, beliau terus mendorong pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kearifan lokal.
Kiprah beliau menjadi inspirasi bagi para pendidik, santri, dan masyarakat untuk terus belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.