Langsung ke konten
Khazanah Pemikiran

SKAK-MAT [2]

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Seorang wanita menjelang lanjut usia, Haulah namanya. Mudanya terkenal cantik dan dia segelintir diantara perempuan jago sastra.

Merindign aku, cerita Sayyidatuna A'isyah, menyambut haulah di rumah kami, pagi-pagi buta; Langsung saja dia mau berbicara dengan Rasulullah:

Haulah: " Ya Rasulullah! Aus Ibn Shamit menikahiku ketika aku masih gadis yang menarik, akan tetapi setelah aku telah tua, dan melahirkan banyak anak, dia menjadikanku seperti ibunya (=menthalaq-ku). Aku memiliki banyak anak darinya yang masih kecil, kalau dia yang mengasuh, anak2 itu akan terlantar, dan kalau aku yang mengambil, mereka mereka akan kelaparan. Putuskanlah yang paling bijaksana untuk-ku"

Hukum yang berlaku sejak zaman jahiliyyah belum ada gantinya setelah kerasulan Rasulullah. Maka beliau hanya terpana tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya diam, sedih, tangis kami para ahlul bait yang mengiringi pinta Haulah yang terus menerus:

" Putuskan untukku yang paling bijak wahai Rasulullah"

Haulah tidak menyerah menghadapi diamnya Rasulullah dan para saksi-saksi saat itu. Dia berbalik kerumahnya dengan menunjukkan ketidak puasannya sambil bergumam:

"Aku akan melapor langsung kepada Allah"

Benar saja, menjelang malam, Rasulullah memerintahkan untuk memanggil Haulah dan menyampaikan kepadanya bahwa Wahyu telah turun dan isinya benar-benar Skak-Mat.

Wahyu itu berisi: (1) Allah SWT mendengar laporan Haulah dan meluluskan harapannya; (2) Perintah kepada Rasulullah untuk memerintahkan Aus ibn Shamit untuk mencabut sumpahnya dan membayar denda/kifarat (dengan demikian hukum Dzihar dicabut) sampai hari kiamat.

Memang Rasulullah tidaklah manusia biasa, beliau tetap saja seperti peringatan beliau:

"Janganlah kalian mentuhan-kan aku. Tetaplah berkeyakinan bahwa aku ini seorang hamba dan utusan Allah saja"

Kita bisa meyakini peringatan beliau sebab sudah termuat di dalam "Dua kalimah Syahadah" kita. Namun bertindak prontal seperti khaulah bukan kemampuan manusia biasa-biasa.

Kedahsyatan iman dan keberanian Haulah terus menggetarkan para shahabat, termasuk manusia paling berani, Umar ibn Khattab yang pernah diberitahukan oleh Rasulullah bahwa jika Umar melintasi suatu jalan, maka syaitan akan menghindar menari jalan lain. Begini ceritanya:

Suatu hari Khaulah menghadang Khalifah Umar dan dengan lantang memberinya peringatan keras sekali:

“Wahai Umar, kecilmu engkau Umair (Umar kecil), dewasamu dipanggil Umar si Perkasa (Faaruq), kini kau dipanggil dengan gelar Amirul mukminin...!

Maka takutlah kepada Allah! Sesungguhnya mereka yang meyakini kematian akan takut ketinggalan (untuk tidak beramal)!

Mereka yang percaya dengan hisab akan takut dengan azab.”

Banyak orang yang menjadi saksi kejadian itu dan tentu saja terperanjat. Diantara mereka ada yang bertanya"

"“Wahai Amirul mukminin, mengapa Anda begitu bersabar mendengarkan wanita tua ini?”

Sayyidina Umar berkata:

“Demi Allah, seandainya dia terus berkata-kata dan menghadang saya sampai sore, maka saya tidak akan beranjak, kecuali untuk melaksanakan shalat wajib.”

Khalifah Umar bertanya: “Tahukah kalian siapakah wanita tua ini?”

Meraka menjawab, “Tidak tahu.”

Umar berkata: “Dia adalah Khaulah. Apalah arti seorang Umar dihadapannya"!

----------------------

Untuk membayangkan dahsyatnya skak-mat yang dialami Rasulullah, simaklah Pembukaan Surat Al-Mujadilah berikut ini:

(QS. Al-Mujadilah: 1-4).

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

الَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْكُمْ مِنْ نِسَائِهِمْ مَا هُنَّ أُمَّهَاتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهَاتُهُمْ إِلَّا اللَّائِي وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا مِنَ الْقَوْلِ وَزُورًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۖ فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

*** Peristiwa ini membuktikan bahwa Muhammad s.a.w. adalah manusia biasa, tetapi menjadi bukti pula bahwa beliau tidak-lah manusia biasa.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.