Langsung ke konten
Khazanah Pemikiran

SKAK-MAT [1]



Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Suatu hari, seorang pemabuk diajukan kepada Amiril Mukminin, Umar Ibnul Khattab, r.a.. Dia memelas agar dibebaskan:

" Engkau harus membebaskan aku tuan, sebab perbuatan itu kulakukan karena sudah merupakan taqdir Allah atasku"

Amirul Mukminin berkata: " Jatuhkan atasnya hukuman dua kali lipat, sebab dia (1) Telah melanggar hukum Allah, dan (2) dia telah berdusta atas nama Allah".

------------------------------

Allah Yang Maha Rahman dan Rahim telah memberikan manusia hak ikhtiar, maka apa yang dia lakukan adalah atas pilihannya sendiri. Manusia-pun diberikan modal untuk dapat melakukan ikhtiarnya itu sekehendak hatinya; hanya dalam hal-hal tertentu, Allah SWT mencegahnya demi kemaslahatan tertentu dan untuk itu hukuman memang dibatalkan.

Lebih dari itu, karena Kasih Sayang-NYA, Allah hamparkan dihadapan manusia petunjuk-petunjuk yang nyaris tidak terhingga, yang dapat mereka akses dengan mata, telinga, hati, fikiran, perasaan dan seterusnya sehingga kecenderungan memeilih kebenaran lebih kuat ketimbang memeilih sebaliknya.

Mengakui kesalahan, bertaubat dan memperbaiki diri adalah keniscayaan (Wa khairul khattaa-iina At-Tawwabuun). Maka pintu terluas yang diciptakan Allah SWT untuk manusia adalah "Pintu Taubat". Sayang sungguh sayang pintu luas ini-lah yang paling sering kita abaikan.

*** Al-An'aam - 148

سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن شَيْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِندَكُم مِّنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا ۖ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.